TRANSFORMASI MILENIAL TIM TIK LAPAN

by Chusnul Tri Judianto


Posted on 13 August 2018 at 11:00 am



Karakter pekerjaan berbasis teknologi informasi sangat berbeda bila dibandingkan dengan  pekerjaan biasa yang masih analog lainnya. Pekerjaan ini sangat memerlukan ketepatan, kecepatan, kreatifitas dan kemampuan inovasi serta intergritas karena bersifat online yang terus dimonitor dan digunakan oleh pengguna secara real time. Berdasar karakter pekerjaan inilah maka Aparatur sipil Negara (ASN) pelaksana dibalik seluruh kegiatan berbasis teknologi informasi ini adalah mereka yang berkerja berdasarkan standar operation procedure (SOP) yang baku agar hasilnya terukur dan terstruktur, memiliki kreatifitas dan kemampuan berinovasi serta dijamin integritasnya terhadap pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya. Syarat ini menjadikan kesempurnaan pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh tim yang solid, kuat dan efektif. Tentu pelaksanaannya harus dipimpin oleh pemimpin yang memahami dan peka terhadap tuntutan perubahan ekternal karena penggunaan teknologi informasi yang sangat menuntut perubahan kinerja dengan cepat (strong leadership). Inilah kepemimpinan millennial yang memiliki beberapa ciri yaitu; pemimpin saat ini harus paham akan sistem informasi digital (Digital mindset), aktif mengamati dan mendengar serta tanggap terhadap perubahan (Observer & active listener),  gesit dalam bekerja (Agile), selalu menjadi bagian dalam setiap pelaksanaan pekerjaan (inclusive) dan berani berbeda untuk lebih meningkatkan kinerja (Brave to be different ) dan tidak mudah dikalahkan oleh competitor juga kondisi kesulitan yang dihadapi (Unbeatable).

Pada tanggal 10 agustus 2018: Bersama nara sumber ahli bidang komunikasi dan managemen dari Lembaga Administrasi Negara (LAN), PUSTIKPAN melakukan pelatihan dengan tema: “Membangun Tim Efektif dalam Kepemimpinan Milenial”. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menumbuhkan kepekaan sebagai ASN akan pentingnya kerja sama dalam tim, kepekaan untuk terus belajar dan berbagi dengan sesama, solidaritas dan soliditas tim, melatih kemampuan presentasi, integritas sebagai ASN yang memiliki tanggungjawab kerja juga membangun kompetensi sebagai pemimpin dalam tim untuk siap bekerjasama dan sama-sama bekerja serta memberikan arahan dengan komunikasi yang jelas, terukur, benar dan lengkap. Kegiatan sederhana tetapi berdampak langsung kepada semua peserta karena dilakukan baik secara teori maupun praktek simulasi yang melibatkan individu seluruh peserta. Hal ini dilakukan agar semua peserta bertanggungjawab pada setiap penugasan yang diberikan dan tentu didukung oleh anggota tim masing-masing yang dibentuk.

CTJ@2018