MEMBANGUN SEMANGAT NASIONALISME KEANTARIKSAAN

by Chusnul Tri Judianto


Posted on 26 April 2019 at 04:31 pm



PERUBAHAN budaya terus terjadi dengan berkembangnya teknologi internet di seluruh belahan dunia. Disrupsi akibat teknologi internet ini berdampak langsung pada pola pikir dan kemampuan kreativitas dan inovasi banyak anak-anak milenial. Kecepatan dan kemudahan dalam mengakses informasi menumbuhkan gairah baru menciptakan perubahan. Pengarahan (guidance) yang tepat dan pendampingan (coaching) yang intensif dapat meningkatkan ketajaman sasaran yang ditargetkan. Itulah gambaran semangat perubahan para pelajar Indonesia di Korea Selatan dalam melakukan inovasi untuk membangun kemandirian dalam berbisnis. Salah satunya dengan melalui kegiatan Conference of Indonesian Students Association in South Korea (CISAK) yang dapat mempertemukan pegiat industri, pemerintah, akademisi dan komunitas untuk berbagi ilmu dan pengalaman dalam memperkuat kepercayaan diri dalam membangun kemandirian.

CISAK adalah program tahunan yang dilakukan oleh Perkumpulan Pelajar Indonesia di Korea Selatan (PERPIKA). CISAK sendiri adalah program internasional conference dimana tempat bertemunya para peneliti baik akademisi atau mahasiswa yang berada di Korea Selatan maupun di Indonesia untuk memberikan paparan hasil penelitiannya. CISAK sendiri sudah berdiri sejak 2008 dan hampir tiap tahun rutin digelar di Korea Selatan. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini maka dalam menghadapi Revolusi Industry 4.0 ini diperlukan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan bangsa lain yang bebas berkarya di Indonesia. Oleh karena itu diharapkan dengan kegiatan CISAK ini dapat menghasilkan beberapa Publikasi ilmiah berkaitan dengan aplikasi teknolgi berbasis IT yang dapat dimanfaatkan oleh pengguna, terbentuknya kolaborasi teknologi dan bisnis antar mahasiswa, perusahaan swasta dan pemerintah untuk membangun startup berbasis teknologi Internet of Thing (IOT) dan munculnya kepercayaan diri mahasiswa sebagai bagian dari anak bangsa Indonesia untuk fokus membangun usaha di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, LAPAN sebagai institusi keantariksaan nasional yang diwakili oleh Kepala Pusat TIK Penerbangan dan Antariksa, Chusnul Tri Judianto, mencoba menggugah nasionalisme pelajar-pelajar Indonesia yang sedang menyelesaikan program studi Strata-1, Pasca Sarjana S-2 hingga Doktoral S-3 multi disiplin seperti teknik, sosial, ekonomi dan bisnis untuk bersama berkreasi dan berinovasi mendukung program nasional keantariksaan salah satunya dengan membangun start-up bidang keantariksaan khususnya bidang aplikasi satelit dengan memanfaatkan teknologi IOT untuk bisa bermanfaat dan dapat diakses langsung oleh masyarakat. Data dan informasi yang sudah dihasilkan oleh litbang keantariksaan LAPAN dapat digunakan untuk melengkapi aplikasi layanan publik komersial yang sedang dan akan dikembangkan oleh berbagai start-up nasional. Dalam kesempatan tersebut, Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Penerbangan dan Antariksa berbagi ilmu dan pengalaman terkait pengembangan teknologi satelit komunikasi Indonesia dan mikro satelit yang dikembangkan LAPAN saat ini, penggunaan UAV untuk earth monitoring system, aplikasi data dan informasi penginderaan jauh juga kegiatan riset atmosfere dengan program Decision Support System (DSS) terintegrasi berbasis internet dan beberapa penerapan teknologi IOT lainnya.

Kegiatan CISAK ini diharapkan dapat: Membawa semangat kepada para Pelajar Indonesia untuk saling berinteraksi, berdiskusi, dan bertukar informasi mengenai penelitian yang sedang dilakukan; Memberikan wadah kepada para Pelajar Indonesia untuk terus berkarya demi meningkatnya kualitas sumber daya manusia Indonesia yang kelak akan mengabdi dan kembali ke tanah air; Dan mengajak para Pelajar Indonesia untuk mendalami revolusi industry 4.0 supaya kedepannya mampu dan siap bersaing secara daya manusia dan memanfaatkan perubahan teknologi ataupun perubahan sosial yang akan terjadi.

CTJ@2019