LAPAN CSIRT KOLABORASI KEAMANAN SIBER NASIONAL

by Chusnul TJ


Posted on 01 August 2021 at 12:25 am



Teknologi Internet merupakan bentuk disrupsi yang nyata dan mengubah pola hidup manusia. Keberadaan pandemik Covid-19 memaksa setiap orang untuk menggunakan jaringan internet sebagai perangkat utama dalam bekerja juga melayani kebutuhan hidupnya sehari-hari. Penetrasi penggunaan koneksi internet di Indonesia yang meningkat tajam sebesar 196,71 juta dari total penduduk Indonesia 266,91 juta (APJII 2019-2020 (Q2)) memperlihatkan 73,7% penduduk Indonesia telah memanfaatkan jaringan internet dalam kehidupannya. Peningkatan penetrasi penggunaan internet ini dapat berdampak pada rentannya sistem jaringan dan data yang dipergunakan terhadap serangan siber.

Keamanan siber merupakan hal yang sangat penting yang saat ini harus menjadi perhatian khusus setiap pengguna jaringan internet. Kesalahan atau ketidak tahuannya dalam penggunaan layanan melalui jaringan internet dapat berakibat pada terjadinya serangan siber. Serangan siber ini dapat berupa malware, Phishing, Ransomware, Social Engineering, Data leak, Hacking, Insider Threat, Cross-Site Scripting (XSS), Man in the middle, credential reuse, hacking, social engineering. Selain dapat merusak sistem, serangan siber ini juga dapat merusak dan melakukan pencurian data dan informasi. Sementara itu masa pandemi covid-19 yang kita alami ini juga ikut memaksa semua orang untuk bekerja menggunakan jaringan internet bahkan seluruh aktifitas kehidupan sehari-hari bersentuhan dengan internet karena harus mengurangi kontak fisik dan bekerja secara virtual. Sehingga kemungkinan serangan siber kepada sistem komputer yang kita miliki akan sangat tinggi.

LAPAN sebagai organisasi yang menggunakan jaringan internet sebagai bagian utama pelaksanaan kegiatannya dan menjadi enabler dalam peningkatan litbang dan layanan penyelenggaraan keantariksanya dan juga sebagai bentuk penerapan SPBE sesuai perpres 95/2018, maka keamanan siber menjadi perhatian khusus dalam penyelenggaraan SPBE di lingkungan LAPAN. Penanganan keamanan siber tidaklah dapat dilakukan secara mandiri, tetapi harus melibatkan Lembaga dan komunitas siber lainnya yang bekerja secara terintegrasi secara nasional. BSSN sebagai Lembaga Pembina keamanan siber nasional menjadikan isu serangan siber ini sebagai program prioritas yang dalam pelaksanaan kegiatannya melibatkan semua unsur nasional baik kementerian, Lembaga pemerintah, pemda, swasta, Lembaga pendidikan dan komunitas siber nasional. Integrasi seluruh komponen nasional ini akan meningkatkan jaminan kerahasiaan data dan informasi (confidentiality), integritas data dan informasi yang diberikan (integrity) dan ketersediaan layanan data dan informasi (availability)

Dalam proses meningkatan keamanan siber di lingkungan LAPAN dan setelah melalui perjalanan panjang penyiapan seluruh komponen keamanan siber LAPAN seperti sistem monitoring SIEM/IDS, web cisrt.lapan.go.id, sistem dokumen (ticketing system), RFC 2350 yang semuanya dalam binaan BSSN sejak 2019, maka pada tanggal 13 Juli 2021, diresmikan LAPAN CISRT atau Computer Incident Response Team LAPAN yang merupakan tim siber bentukan LAPAN sesuai peraturan Surat Kepala Badan Siber dan Sandi Negara Nomor T.01/KA.BSSN/PP.01.07/01/2021 tanggal 5 Januari 2021 tentang Penunjukan Instansi Pemerintah dalam Program CSIRT Tahun 2021 dan penetapan kepala LAPAN dalam Kepka LAPAN No. 320 Tahun 2020 tentang Pembentukan Tim Penanggulangan dan Pemulihan Insiden Siber (Computer Security Incident Response Team) di LAPAN. Tim ini akan terintegrasi dengan CISRT lainnya di institusi lainnya dalam koridor pengamanan serangan siber sektor pemerintahan di bawah koordinasi Gov CSIRT (BSSN).

CTJ@2021