INTERNASLISASI REFORMASI BIROKRASI

by Chusnul TJ


Posted on 13 June 2019 at 10:05 pm



DALAM rangka mempercepat perubahan birokrasi di lingkungan Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Penerbangan dan Antariksa (Pustikpan) LAPAN dimana perubahan (transformasi) yang harus dilakukan tidak hanya melakukan perubahan mindset, culture set dan peningkatan kompetensi yang mencakup Knowledge, skill, attitude dan Experience tetapi proses untuk  melakukan perubahan digital (digital transformation) yang mengharuskan setiap individu ASN paham, mampu dan peduli dengan penggunaan dan perkembangan teknologi internet yang digunakan dalam membantu penyelesaian pekerjaan sehari-hari. Karena tidak dapat dipungkiri lagi bahwa penggunaan teknologi internet dalam setiap aktifitas organisasi baik litbang, administrasi dan layanan publik adalah sebuah keniscayaan. Memasuki era industri 4.0 yang mengedepankan konektivitas antara mesin dan jaringan internet memaksa setiap ASN untuk mampu dalam menggunakan teknologi internet dalam setiap pekerjaan mereka. Dalam era industry 4.0 ini penekanannya pada penguasaan teknologi Internet of Thing (IOT), artificial Intelligence (AI), human-machine interface, robot, sensor and 3D Printing technology sehingga diperlukan peningkatan kompetensi ASN dalam bidang Science, Technology, Engineering, Arts and Mathematics (STEAM).

Dengan bersumber pada perpres 81/2010 tentang grand design reformasi birokrasi 2010 – 2025, permen PAN dan RB no. 14/2014 tentang pedoman evaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi juga Permen PANRB 52/2014 tentang Pedoman Pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM di Lingkungan Instansi Pemerintah, Kepala Pustikpan lebih lanjut menjelaskan arti reformasi birokrasi itu sendiri yang merupakan perubahan besar dalam paradigma dan tata kelola pemerintahan yaitu suatu upaya dalam menata fungsi pemerintahan yang tumpeng tindih, upaya menata ulang proses birokrasi dari semua level, upaya merevisi dan membangun regulasi dan modernisasi kebijakan. Untuk itulah maka harus dilakukan perubahan-perubahan di delapan area perubahan yaitu: manajemen perubahan, penataan perundang2an, penataan dan penguatan organisasi, penataan tata laksana, penataan system manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan. Hasil dari penataan area perubahan inilah yang akan menghasilkan birokrasi yang bersih dan melayani, Birokrasi yang efektif dan efisien dan birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas.

Perubahan ini dapat dilakukan dengan membangun integritas ASN, etos kerja dan potensi diri, transparansi, peningkatan profesionalitas dan membangun budaya kebersamaan. Sehingga terbangunnya reformasi birokrasi bukan hanya sekedar hasil penilaian dari sekumpulan dokumen tetapi lebih pada komitmen pimpinan dan seluruh ASN dalam organisasi. Sehingga reformasi birokrasi ini harus terinternalisasi dalam setiap diri ASN yang tercermin dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sehari-hari. Disamping itu beliau juga menjelaskan tentang langkah Pustikpan dalam mewujudkan wilayah bebas dari korupsi (WBK)/wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM) yang akan dicapai melalui pelaksanaan reformasi birokrasi khususnya dalam hal pencegahan korupsi dan peningkatan pelayanan publik. Sehingga predikat Zona Integritas dapat diraih oleh Pustikpan. Hal inilah yang disampaikan Kepala Pustikpan Chusnul Tri Judianto dalam kegiatan internalisasi reformasi birokrasi dan zona integritas kepada seluruh ASN Pustikpan LAPAN pada tanggal 10 Juni 2019 di kantor pusat LAPAN Jakarta.

CTJ@2019