Kick Off Meeting Program Pustekbang 2018

by Sigid Nur Tito


Posted on 23 January 2018 at 11:49 am



Deputi Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Dr. Rika Andiarti hadiri acara kick off meeting program Pustekbang 2018 sekaligus penanda tanganan PerjanjianKinerja (PK) untuk seluruh Struktural Eselon III dan IV, Ketua MPU, Kepala Program, PIC dan Ketua Tim Kegiatan di lingkungan Pusat Teknologi Penerbangan pada Senin (22/01).   Sebelumnya, acara dibuka oleh Kapustekbang, Drs. Gunawan S. Prabowo, MT dengan menyampaikansejumlah paparanmulai dari kronologi peta perjalanan Pustekbang 2011-2018, Indikator Kinerja Utama (IKU) Pustekbang 2018, Peta Kegiatan Litbangyasa 2018 sampai dengan cascading penugasan ke Bidang Progfas, Diseminasi dan Bagian Administrasi.   Kapustekbang menjelaskan, “Sehubungan dengan proses pembinaan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Pustekbang, maka semua program dan kegiatan Pustekbang pada tahun 2018 ini disinkronkan dengan jadwal PUI 2018, dengan harapan target Penetapan PUI oleh RistekDikti dapat tercapai pada tahun ini”.Beliau juga berharap, tahun ini pengurusan akses landasan dapat diselesaikan, agar segera dapat mengoperasikan pesawat Lapan Surveillance Aircraft (LSA) untuk keperluan Flying Lab, serta masuknya satu buah  prototype Pesawat Nurtanio N219. Setelah selesainya target-target tersebut, beliau mencita-citakanprogram berikutnya yaitu mewujudkan Aeronautic Technology Park (ATP) melalui sinergitas dengan Kementerian Perindustrian dan Indonesian Aeronautic Engineering Centre (IAEC).   Selesai paparan Kapustekbang, dilanjutkan dengan paparan program kegiatan oleh Kabid Program dan Fasilitas, Kabid Diseminasi dan Kabag Administrasi. Setelah itu dilanjutkan dengan penandatangananPerjanjian Kinerja oleh para Struktural, MPU, Kaprog dan PIC di lingkungan Pustekbang.   Dalam kata sambutannya, Deteknologi, Dr. Rika Andiarti mengatakan, “Program Pustekbang masih on the track dengan Rencana Strategis (Renstra) 2015-2019 dan relevan dengan Visi dan Misi Pemerintahan saat ini”.   Beliau juga menegaskan kepada seluruh karyawan, “dengan melihat pada begitu banyaknya program-program yang telah disampaikan, maka tidak akan ada lagi personil yang berdalih, saya tidak punya tugas atau kegiatan”. Hal ini mengacu pada kebijakan pemerintahan saat ini, dimana anggaran yang disediakan oleh pemerintah adalah berbasis program. Untuk itu beliau mengharapkan, semua personil atau pegawai harus bisa memberikan kontribusi bagi pencapaian program Pustekbang. Selain itu beliau juga menjelaskan tentang pentingnya perencanaan anggaran yang lebih matang untuk program-program kegiatan ke depannya, terutama untuk mengawal program-program utama seperti program N219 Amphibi, Maritim Surveillance System (MSS) dan LSU Misi. Khusus untuk LSU Misi, beliau menekankan untuk lebih focus pada Long Range Communication agar dapat menjawab kebutuhan para stakeholder terkait, serta lebih dapat berkontribusi dalam misi-misi nasional, seperti misi tanggap bencana dan lain-lain. Sehubungan dengan program pengembangan pesawat N219 Amphibi, yang diusulkan jumlah anggarannya ke Bappenas untuk 2019 senilai 120 Milyar, agar Pustekbang konsisten menjaga program tersebut sehingga terlaksana tanpa ada perubahan penganggaran yang begitu berarti, karena program tersebut sudah terdeclare sebagai  program Nasional.   Jadi selain prioritas pada pengembangan kompetensi, sebagai PNS, kita juga harus berorientasi pada pelayanan public. Dimana Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) menjadi salah satu indicator pengukuran Indeks Reformasi Birokrasi. (IRB). Sebagai contoh,: jangan membeda-bedakan perlakuan terhadap tamu yang datang hanya dengan melihat penampilannya, meski sesederhana  apapun. Misalnya bawa motor butrut. Hal ini dikarenakan saat ini penilaian IndekKepuasan Masyarakat (IKM) sudah mulai dilaksanakan oleh surveyor independent yang akan mengukur dan menganalisis seberapa besar tingkat kepuasan publiK terhadap pelayanan yang telah diberikan oleh  Pustekbang.